You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dugaan Pungli Satpol PP di Kampung Melayu akan Diselidiki
photo Doc - Beritajakarta.id

Dugaan Pungli Satpol PP di Kampung Melayu akan Diselidiki

Wali Kota Jakarta Timur, Bambang Musyawardana mengatakan, akan menelusuri dugaan pungutan liar (pungli) pedagang kaki lima (PKL) di Kampung Melayu, Jatinegara. Pungli tersebut diduga dilakukan oknum Satpol PP Kelurahan Kampung Melayu melalui koordinator PKL di wilayah tersebut. 

Saya belum mengetahui persis kasusnya. Kita akan cek dulu dan panggil semua pihak terkait untuk klarifikasinya

“Saya belum mengetahui persis kasusnya. Kita akan cek dulu dan panggil semua pihak terkait untuk klarifikasinya,” ujar Bambang, Selasa (24/11).

Pihaknya, kata Bambang, akan memanggil Satpol PP kelurahan, kecamatan dan tingkat kota dan meminta kasus tersebut diselidiki. Jika terbukti melakukan pungli, oknum tersebut akan ditindak tegas.

Oknum PNS Pungli Pedagang Pasar Ikan Hingga Rp 192 Juta

Tak hanya itu, pihaknya juga meminta inspektorat pembantu kota (Irbanko) turut memeriksa oknum yang melakukan pungli tersebut. Namun, pemeriksaan menunggu hasil penyelidikan dari Satpol PP. Sanksi terhadap oknum tersebut akan diserahkan kepada Irbanko dan Bagian Kepegawaian Pemprov DKI Jakarta.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Ajak Warga Nikmati Mobilitas Hemat Program Tarif Rp1

    access_time24-06-2026 remove_red_eye3935 personAldi Geri Lumban Tobing
  2. 2.671 Substrat Karang di Kepulauan Seribu Pulihkan Ekosistem Pesisir

    access_time23-06-2026 remove_red_eye1040 personAldi Geri Lumban Tobing
  3. Malam Puncak Perayaan HUT ke-499 Jakarta Sediakan 21 Kantong Parkir

    access_time25-06-2026 remove_red_eye1015 personAldi Geri Lumban Tobing
  4. 190 Satpol PP Dikerahkan Amankan Perayaan Malam Puncak HUT Jakarta

    access_time26-06-2026 remove_red_eye925 personFolmer
  5. 84 Kendaraan Ikut Uji Emisi di Kantor Wali Kota Jakbar

    access_time25-06-2026 remove_red_eye804 personBudhi Firmansyah Surapati